Halaman

Jumat, 28 Desember 2012

Kutonton Sinetron Karena Aku Membencinya

Seorang penulis meng-sharingkan apa saja yang bisa dijadikan untuk tema menulis.
"Buatlah tulisan apa saja,"begitulah katanya kira-kira.
Bisa tentang sesuatu yang indah, buku yang baru dibeli, film yang ditonton , sesuatu yang disuka atau bahkan sesuatu yang dibenci.
Aha! Rasa-rasanya benderang kembali ide menulis saat membaca sharing penulis tadi. 'Sesuatu yang dibenci' ternyata boleh jadi menjadi tulisan yang mengasyikkan.
Dan inilah tentang sinetron itu... sesuatu yang saya tidak suka. Maka jika saya sedang menonton sinetron, bukan berarti saya menyukai sinetron itu. Tetapi saya sedang mencari kejanggalan-kejanggalannya. Tetapi ternyata saya salah kira. Kejanggalan itu ternyata tak perlu dicari. Ia bahkan muncul dengan sendirinya.....
Mau bukti?
Rasa-rasanya sinetron sudah menjadi komoditas dengan nilai tak terhingga di media elektronik. Hampir semua stasiun TV memiliki program sinetron. Hanya beberapa stasiun saja yang terang-terangan sebagai TV 'anti sinetron'.
Kegelisahan sebagian masyarakat bahakan melakukan protes tentang sinetron yang jauh dari niai-nilai luhur. Inilah hasilnya jika keberhasilan suatu program hanya berpatok pada rating semata. Isi dan kualitas menjadi seseuatu yang dipandang sebelah mata. Yang penting adalah banyak yang nonotn. Semakin banyak yang nonton, pengiklan makin berjejalan. Semakin banyak pengiklan, semakin banyak pula pundi-pundi.
Kecongkakan dan keserakahan menjadi karakter wajib bagi si antagonis. Sementara si protagonis menjadi manusia yang sempurna, serba jujur, teraniaya, serba mengalah dan melankolis. Kekayaan dan kemewahan menjadi tema populer di sinetron kita.
Adalah Maman Suherman, seorang pengamat media yang mengatakan,"Banyak adegan aneh di sinetron yang membodohi masyarakat. Sebagai contoh ada sinetron yang pemainnya tiba-tiba dari pria tulen menjadi kebanci-bancian, setelah cerita dilanjutkan ternyata pengaruhnya adalah pria tersebut melakukan cangkok ginjal perempuan. Ini kan aneh," urainya.
Nah, berikut ini bebrapa kejanggalan sinetron menurut saya:

1. Adegan perawat mendorong pasien kondisi kedaruratan (korban kecelakaan, misalnya) ke ruang IGD. Dengan wajah cemas, perawat dan anggota keluarga mengiring si korban menuju IGD melalui koridor Rumah Sakit. Pertanyaannya adalah: Mana ada Rumah Sakit kok bikin IGD jauh di belakang? Coba perhatikan di setiap Rumah Sakit, ruang IGD selalu dekat dengan pintu masuk karena pasien IGD adalah pasien dengan kondisi rawan dan memerlukan penanganan segera.

2. Sering melihat tokoh sinetron mengalami amnesia, karena benturan kuat di kepalanya? Medis pun sudah menyerah.Coba tebak apa yang membuat ia sembuh kembali?
Yap ! Tepat sekali! Si tokoh ini terbentur ulang dan sembuhlah seketika amnesianya!! Ajaib! Cerita yang seperti ini, ada ratusan kali. Mungkin penulis skenarionya adalah orang yang sama.

3. Jika sang dokter baru keluar dari ruang periksa atau ruang operasi. Apa pertanyaan pertama yang dilontarkan?
"Bagaimana keadaannya, Dokter?"
Mengapa tidak menggunkan pertanyaan lain? Misalnya,
"Ada perkembangan, Dok?".. atau...
"Dokter, makan mie ayam bareng yuk."
Lalu apa jawaban dokter jika pasien tak tertolong?
"Kami sudah berbuat semampu kami. Tapi Tuhan berkehendak lain." (Hallooo..? Tak adakah kalimat lain?)

4. Sinetron kejar tayang seringkali membuat si pemain pun juga merasa jenuh. Solusinya? Gampang saja. Tokoh yang dimainkan si pemain yang sudah bosan tadi dibikin meninggal. Selesai urusan.
Ada skenario lainnya, yaitu dengan dilakukan operasi plastik. Dibebat rapat-rapat wajah si artis.
Begitu bebat wajah ini dibuka, trallaaa... tersembullah wajah artis baru sebagai pengganti pemain lama. Bah!

5. Tokoh ganda! Ini juga bejibun jumlahnya. Rasa-rsanya hanya di sinetronlah terdapat dua manusia yang sama persis. Padahal Tuhan mencipta milyaran manusia dengan beragam bentuk. Tidak ada yang sama persis, bahkan pada kembar identik sekalipun. Biasanya di sinetron, ini dilakukan untuk menggantikan tokoh pertama, dan secara tidak sengaja 'ditemukan' orang yang sama persis dengan tokoh pertama. Nah tokoh kedua ini 'dipaksa ' masuk sebagai tokoh pertama. Pemainnya? Ya artis yang sama !!

6. Adegan kolosal. Ini hanya istilah saya saja. Bagaimana dalam satu adegan bisa berkumpul enam hingga delapan pemain tapi tidak ditampilkan dalam satu frame. Frame hanya menampikan dialog satu artis saja. Hasilnya adalah pandangan pemain yang kosong , karena sebenarnya mereka tidak berhadapan. Inilah yang disebut dengan ' berdialog dengan tembok'. Sangat dipaksakan.

7. Pemainnya orang Indonesia tapi masih pula di-dubbing. Dubbing bahasa asing? Bukan ! Dubbing-nya ya bahasa Indonesia jugaaa...!!!

8. Ini adalah skenario wajib untuk FTV (Film Televisi). Dengan tema percintaan. Bertemulah pria dan wanita. Bertengkar. Benci-bencian untuk kemudian saling suka dan berpacaran. Jika Anda mulai melirik membuat naskah skenario untuk FTV, ikutilah aturan tadi. BBP ( Bertemu, Bertengkar, Pacaran)

9. Kualitas cerita? ini tak perlu dibicarakan. Mau bukti? Bagaimana mungkin cerita dengan latar masa kerajaan Majapahit tapi pemerannya sudah berkendara mobil mewah dan berdasi. Jangan-jangan nanti ada cerita Ken Arok membunuh Empu Gandring tidak dengan keris tapi dengan senjata kimia.

10. Ada juga sinetron model begini... Saking akrabnya, dua sahabat ini  membangun bisnis bersama. Ada yang aneh? Belum. Kemudian mereka memilki rumah. Ini juga belum aneh. Tetapi ternyata, demi menunjukkan betapa mereka adalah sahabat yang karib mereka tinggal di rumah yang sama hingga beranak-cucu di dalamnya. Ini baru aneh bangeeed!!! Dan dimulailah berbagai macam masalah di keluarga 'aneh' ini.

11. Mau lihat manusia berantem dengan monster format 3 dimensi dengan teknik yang serba tanggung? Pelototitn saja sinetron kita. Mudah ketemu kok yang beginian.

12. ....menghela napas panjang......

Tak kuat rasanya saya meneruskan tulisan ini. Gigi mulai gemeretak dan kepala sudah mulai mengepul ...

4 komentar:

  1. Her, apa yg kamu tulis mewakili apa yg aku rasakan. tapi aku tidak mampu menuliskannya seperti dirimu...

    BalasHapus
  2. jangan lupa gan..perebutan harta..dan DENGAN 1 TANDA TANGAN, jatuhlah semua hartanya..semua..
    doensn't make any sense, emang ada ya pencatutan semua harta benda/ kepemilikan dgn 1 dokumen..^^

    BalasHapus
  3. update lagi om cerita2nya plisss...

    BalasHapus