Halaman

Sabtu, 13 Maret 2010

Mempekerjakan Tuhan

Seorang teman mengingatkanku tentang sesuatu yang aku yakin semua orang sudah mahfum." Mas, kita sadar bahwa MANUSIA BERUSAHA, TUHAN YANG MENENTUKAN. Tapi nyatanya banyak manusia yang setelah berusaha, kemudian mereka mati-matian berusaha juga untuk menentukan hasilnya."

"Terus bagaimana seharusnya?" Tanyaku.
"Kita punya ladang 'usaha', sedang Tuhan bekerja di ladang 'hasil'. Jadi manakala kita berusaha bekerja di ladang 'hasil', Tuhan akan berkata,'Terserah padamu... Kau sudah campuri apa yang seharusnya menjadi urusan-Ku... Aku angkat tangan!' Apa yang bisa kita lakukan, Mas, jika Tuhan sudah angkat tangan dari kehidupan kita?"
"Mestinya bagaimana?" Lanjutku.
"Berusahalah semampumu, sekuatmu, dengan seluruh potensi hidupmu. Selanjutnya... biarkan Tuhan yang bekerja untuk menentukan hasilnya. Nyaman sekali bukan?"
"Sungguh kerja sama yang maha dahsyat!"
Sekelumit dialog itu segera menyegarkan seluruh tubuh, mencerahkan segala isi kepala. Dunia menjadi benar-benar seluas jagad, tidak lagi sesempit lobang semut. Batasan manusia adalah berusaha dengan memaksimalkan segala potensi yang ada pada dirinya, untuk kemudian berserah pada Tuhan untuk menentukan hasilnya. Biarkan Dia yang menyelesaikan tugas-Nya. Kita, manusia, tinggal menunggu hasilnya saja.
Biarkan Tuhan bekerja...
Terima kasih untuk seorang teman, sahabat, mentor, rekan bisnis... yang kini tinggal di Bandung.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar