Halaman

Sabtu, 06 Februari 2010

Bah!

Beberapa tahun lalu, di sebuah warung kopi. Sambil menunggu mie rebus pesanan, kuseruput kopi panas di cangkir kecil.
Setelah beberapa tegukan, datang seorang paruh baya, pria kurus yang berjalan gontai, seperti kehilangan dimensi gerak pada satu sisi tubuhnya, dibantu dengan tongkat pula. Secara awam, jelas dia tengah mengalami gangguan kesehatan yang serius. Pria ini telah mengalah total atas stroke yang menyerangnya, menyisakan kelayuhan total sisi kanan tubuhnya. Lengan dan tungkai kanannya melumpuh. Jangan lagi memegang gelas, untuk sekedar menjentikan jarinya saja dia tak mampu. Bersusah payah juga dia berusaha melangkah di bangku warung.
Ah, tanpa kata-kata, pria ini berhasil menciptakan rasa iba di hatiku. Aku berani bertaruh bagi siapapun yang melihatnya pasti akan merefleksikan pria ini sebagai sosok seorang ayah. Sosok yang wajib kita menaruh hormat tiada tara...
Sejurus kemudian ia meminta secarik kertas kecil pada penjaga warung. Tangan kirinya mulai memegang pulpen menuliskan sesuatu di kertas bekas bungkus rokok tersebut... Tangan itu terlihat sangat kesulitan menulis sementara si tangan kanan tidak bisa diajak kerja sama. Duh, betapa dengan kenikmatan hidup yang sedikit terenggut ini, orang ini sangat begitu tersiksa, setidaknya itu di mataku.
di tengah-tengah dia menulis, "Kemarin nomor yang keluar berapa, Mas?" Tanyanya kepada penjaga warung. Ternyata yang ia tulis adalah kemungkinan-kemungkinan nomor judi togel yang akan keluar.
Bah!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar